Pelaku Bom Bunuh Diri Makassar Meninggalkan Surat Wasiat Untuk Sang Ibu

Peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di gereja Katedral Makassar mulai menemukan beberapa titik terang. Pelaku pengeboman sendiri dilakukan oleh dua orang yang merupakan pasangan suami istri. Inisial kedua pelaku tersebut adalah L dan YSF. Pasangan ini baru menikah selama 6 bulan.

Mereka dinikahkan oleh Rizaldi, yang pada bulan Januari lalu telah ditangkap oleh pihak kepolisian. L dan YSF diduga merupakan bagian dari jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang pernah melakukan aksi serupa di Katedral Our Lady of Mount Carmel, Pulau Jolo, Filipina Selatan. 

Sebelum melakukan aksinya, pelaku L sempat menuliskan surat wasiat yang ditujukan untuk ibunya. Isi dari surat tersebut adalah memohon maaf serta menjelaskan jika dirinya siap untuk mati syahid.

Baca Juga : Fadli Zon Tak Percaya Tentang Dugaan Terorisme yang Dilayangkan Kepada Munarman

L juga berpesan kepada sang adik untuk menjaga ibunya. Selain itu, L juga menambahkan agar ibunya tidak meninggalkan shalat dan tidak meminjam uang di bank karena hal itu termasuk ke dalam riba. Uang tabungan L yang senilai Rp 2.350.000,- juga diberikan kepada ibunya.

L sendiri merupakan warga di Jalan Tinumbu I Lorong 132, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dari pengakuan para tetangga.

L merupakan anak yatim sejak berusia lima tahun. Walaupun dikenal pendiam, namun L masih mau untuk berkumpul bersama dengan warga yang lain.

Baca Juga : Akhirnya, Wendy Red Velvet Akan Memulai Debut Solo

Perubahan sikap L baru terlihat setelah dirinya memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah. Semenjak itu, L seperti memutuskan hubungan dengan tetangganya. Dilansir dari Tribunnews, Hamka, yang merupakan ketua RW 1 Kelurahan Bunga Ejaya menuturkan bahwa L sering pulang malam dan tidak mau bergaul denan warga sekitar.

Bahkan, semenjak menikah, perubahan L semakin terlihat jelas. Warga pun tidak ada yang tahu kapan L menikah dengan istrinya. 

Warga mengaku terkejut dan tidak menyangka jika L yang menjadi pelaku pengeboman pada Gereja Katedral Makassar kemarin. Hamka dan warga sekitar hanya mengetahui bahwa L sering ikut pengajian-pengajian bersama dengan istrinya.

Related Posts

This Post Has 2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *