Pasar Tanah Abang Padat, Protokol Kesehatan Banyak Diabaikan

Pasar Tanah Abang yang merupakan pusat grosir terbesar se-Asia Tenggara ini ramai diserbu oleh para pengunjung yang sedang mencari pakaian baru untuk Hari Raya Idul Fitri.

Seperti biasanya, lebaran menjadi kurang afdol rasanya jika tidak mengenakan pakaian baru. Oleh karena itulah, masyarakat beramai-ramai membeli baju lebaran. Bahkan hal ini sudah diantisipasi sebelum puasa berlangsung.

Pasar Tanah Abang menjadi salah satu destinasi berbelanja pakaian lebaran yang sangat digemari oleh masyarakat. Sebab, pada bulan puasa kali ini Pasar Tanah Abang kembali ramai dikerumuni pengunjung hingga berdesak-desakkan. Mereka mungkin lupa bahwa virus Covid-19 masih mengintai kesehatan masyarakat. 

Seperti yang terjadi, kepadatan ini biasanya terjadi sekitar pukul 9 pagi hingga 2 siang. Bahkan masyarakat banyak membawa kerabat mereka untuk berbelanja disini.

Baca Juga : Ustaz Abdul Somad Menikah dengan Gadis Berusia 19 Tahun

Sayangnya, kepadatan pengunjung ini tidak disertai dengan penerapan protokol kesehatan yang maksimal. Sebab, masih ada masyarakat yang ditemukan tidak menggunakan masker.

Atau, sebenarnya mereka sudah menggunakan masker, namun tidak sesuai dengan semestinya, karena masker hanya digunakan di dagu sehingga tidak menutupi mulut dan hidung.

Sebetulnya, ada petugas tersendiri yang telah mengingatkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Bahkan imbauan tersebut sudah disampaikan melalui pengeras suara. Namun, imbauan itu nampaknya kurang bisa diperhatikan oleh masyarakat, sebab masih kalah dengan suara kerumunan dari masyarakat yang berbelanja di Tanah Abang.

Baca Juga : Pelaku Bom Bunuh Diri Makassar Meninggalkan Surat Wasiat Untuk Sang Ibu

Akibat hal ini, Satgas Penangan Covid-19, melalui juru bicaranya, Wiku Adisasmito menyampaikan kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan kesadarannya terkait dengan menjauhi kerumunan. Disini, Wiku menjelaskan dimana pasar menjadi salah satu tempat potensial untuk menyebarkan virus corona ini.

Selain itu, Wiku juga meminta satga daerah hingga aparat agar benar-benar mengawasi penerapan protokol kesehatan, baik itu di Pasar Tanah Abang, maupun tempat-tempat ramai lainnya. Beberapa cara yang bisa diterapkan untuk menghindari penularan Covid-19 di pasar adalah dengan membatasi kapasitas pengunjung, serta tidak lupa untuk selalu menyediakan tempat cuci tangan maupun disinfektan di area pasar secara rutin.

Related Posts

This Post Has 2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *